Nasib kirani,antara suci dan menjadi pelacur
Tuhan ijinkan aku menjadi pelacur.
memoar luka seorang muslimah.
Jangan lupa cicipi novel yang penuh kontoversi ini.
Dalam novel ini menceritakan tentang bagaimana ketaaan/komitemen diri kepada Tuhan lalu merawat Tubuh dengan baik sehingga Tdak melakukan hal hal yang Tabuh.
Tuhan-Tubuh-Tabuh,3 benturan yang membuat manusia menjadikan diri dan menentukan sikap,apalah berpengabdian kepada Tuhan atau sebaliknya menjadikan Tubuh sebagai alat memuas kebutahan lalu menjadikan Tuhan,dan Tubuh yang Tabuh.
Hal ini menjadi problematika kehidupan sehingga kadang mennggocang kehidupan manusia untuk mengabil sebuah tindakan yang tanpa memikirkan lebih dalam,atau lebih jauh tentang kehidupan.
Novel ini menggabarkan seorang gadis cantik beranama nida kirani,seorang awan yang kurang lebih disebut suci sebab dirinya inggin menjadi umat allah yang baik dan taat pada perintah agama,selalu belajar mengenal ayat -ayat suci dan menekunkan diri pada agama secara totalitas, namun hidup sebenarnya kita tidak tahu kapan ia akan berubah secara baik ataupun akan menjadi lebih buruk, saya berpikir bahwa semuanya akan baik-baik jika kita tetap taat pada proses mengenal diri dan belajar secara baik. sebab seorang petani menamam jangung dan tdak mungkin yangg tumbuh adalah tomat,hanya saja jangung yang tumbuh akan menghasilkan buah yang baik ataupun tidak tergantung pada sang petani merawatnya dengan baik atau sebaliknya, mungkin seperti itu kehidupan.
Goncang hidup nidah kirani memang sangat membuat para pembaca mengelitik lalu membuka mata lebar-lebar sebab seorang pembelah Agama yang patuh,seorang pelawal ayat-ayat suci Tuhan,seorang umat yang telah menyerahkan diri dengan total kepada Tuhan dengan sebegitu mudah menarik diri keluar kejalan Hitam yang begitu kejam.
Kirani sapaan manisnya, nalar kritisnya kini telah hancur dihantam dengan dogma-dogma tertutup,pergolakan rasa menjadi muak yang acap kali di doktrin dengan dogma-dogma keagaamaan yang di anggap tidak sepadan pada awal ia masih Awam dalam mempelajari keagamaan, dengan sebegitu luguh dan semaggat untuk bertranformasi menjadi seorang fanatik beragama namum di cekcok berkali kali dengan pemahaman yang meresahkan kirani, entalah ini yang disebut pencucian otak lalu di banggun fondasi untuk kekuatan iman atau mendkotrin menjadi seorang pemberontak yang radikal . Tapi cukuplah sampai disini.
Seorang nidah kirani,denggan cita cita luhur mengabadikan dan belajar pada salah satu organisasi garis keras dalam penegakan ayat suci,kini membuat kirani menjadi frustasi semua tanda tanya dan jawaban menjadikan kirani semakin menjadi orang yang kosong dan hampah pada imannya. Gugatan-gugatan keadaan menjadikan kirani semakin hampah . Tuhan yang di agungkan selama ini seolah tidak melihat dan bertanggung jawab kepadanya, Sehingga dalam keadaan demikiaan kirani memutuskan untuk melarihkan diri.
Dalam keadaan hampah,jiwa dalam kegoncangan,nasib yang semakin risau, kekecewaan yang mendalam tanpa merebah diri dan doa kiran memutusakan semuanya keadaannya, menghancurkan hidupnya ia tak lagi bicara ayat, tak lagi bicara Tuhan , yang ada hanyalah memberikan Tubuhnya untuk di pergoki setiap laki-laki,obat obat terlarang di habiskan, dunia bukan lagi putih baginya dalam matanya hanyalah kabut hitam yang mengelilingi lantaran frustasi dan kecewa.
" Tuhan lihat aku,aku hanya ingin kau melihatku" lihat aku,akan ku tuntasakan pemberontakanku untuk-Mu. Ucap gadis yang malang ini setiap ia habis bercinta melampiaskan dengan memberihkan Tubuh yang Tabuh kepada setiap lelaki " aku melakukan ini tanpa secuil pun penyesalan.
Biarkan perjalanan hidup seks ini akan membuka kemunafikan pada mereka, aktivis,pada organisasi sayap kiri ,kanan bahkan anggota DPR yang katanya membelah kemanusian.
Jalannya sunggu gelap hingga ia memilih tabuh menjadikan jalan untuk Tuhan bertanggung jawab tentang nasib, menggugat setiap perkara hidup agar Ia Tuhan Tahu bahwa aku sedang melakonkan Tabuh,memberi Tubuh yang perna bersih keras kokokh dengan kain raksasa membaluti.
Ia perna suci dan memilih menjadi perempuan pemuas lantaran jalan hidup tidak berkukuh padanya ,tubuh yang agung,tubuh yang tabuh di tiduri lantaran nasib,memilih jalan menghancurkan diri agar sisa doa nya dan penyesalan menajadikan jalan akhir Tuhan melihatnya.
"Kepada kau wahai cipataan, mari merawat semuanya menjadi baik,bukan soal berapa kecewa, bukan berapa soal kau hancur,
Tegakan hidupmu,bagaikan Hawa yang dikelilingi badai kesunyiaan abadi,namun masih mampu tegak di bukit bukit dan badai dan tetap tegar menantang dengan riang riang doa yang tersisa.
Mari baik dengan dalam dalam jangan busuk dalamnya lalu covernya di desainya sebaik mungkin,tak usah berprasangka,
Dahlanadonara@gmail.comhingga menghakimi kepada siapapun, cukuplah berdirih pada baris kemanusian hingga padangan dan merawat diri lebih manis. Jangan lupa mampir untuk konsumsi karangan ini kita kita awan. Jangan hanya mau di kanan jiia kira kau senggaja lupakan tidak ada yang kejam sobat.
Dahlanadonara@gmail.comhingga menghakimi kepada siapapun, cukuplah berdirih pada baris kemanusian hingga padangan dan merawat diri lebih manis. Jangan lupa mampir untuk konsumsi karangan ini kita kita awan. Jangan hanya mau di kanan jiia kira kau senggaja lupakan tidak ada yang kejam sobat.


Comments