Negeriku yang Direbut Tanpa Rasa
Telah kau Robek.
Perut dan dada telah kau robek
Kepala telah kau penggal
Jantung telah kau ambil
Hingga tanggan dan kaki kau lumpuhkan
Kau.Membajiri Tanah pertiwi dengan nodamu
Tanah yang tak perna dinodahi,Kini kau lacuri dengan kekuasaan Kata katamu.kawan
Kau tahu kawan.
Sejuta tanggis di setiap pelosok
Menjerit tanggis tanpa luka
Meringis tangis,Tanpa henti
Kau telah nodahi satu demi satu kawanku.
Kau,Pelacur kata kata.
Kau,Diam.Diamkan kata katamu.
Kau perusak.
Mulutmu kau nodahi dengan kekuasaan.
Bau mulutmu kini menjadi luka.
Bau mulut kini merubah senyum menjadi tanggis.
Bau mulutmu menjadikan manusia menajdi pembenci kawan.
Kau tahu itu? Kawan
Bau mulutmu membawa sejuta sakit
Membawa sejuta Wabah
Menyerang tanpa batas henti.
Kau tahu kawan.!!
Setiap deretan kepala menjadi marah.
Menajadi hancur
Menjadi batu.
Tapi mereka bukan pembenci
Bahkan pembunuh.
Darah dan kepala seketika mendidih
Lalu berlahan dinggin.
Sebab mereka pencinta Damai.
Dan untukmu mulut besar.
Hentilah berkata kata.
Jika kata kata mu telah habis.
Pulanglah.
di sana tempat kembali kau mencari.
Jangan hancurkan dirimu dengan isi kepala
Yang masih begitu banyak celah.
Hingga mebawah sejuta kehancuran.
Berhenti kawan.
.
Mari damai kita cintai.
Menyambung napas dalam persatuan.
Merawat dengan cinta.
Hingga tidak kita robek robek persatuan.
#Akhirnya
Kita cukup memaafkan

Comments