Bibir Puan Berlumur Darah

Potret puan


Kemarin aku mencarimu
Ingin ku tikam dirimu dengan pena kusamku
Kularaskan deretan malamku dengan membunuhmu dalam sajak sajak ku.

Sebab untuk membawamu pulang
Ketempat yang indah Sudah tak di idamkan.

Dirimu mengidamkan deretan waktu
Dengan indah agar mampu mendesah dan menelan ludah.

Kali ini bukan lagi untuk siapa siapa

Kau inginkan jeritanmu
Kian terdengar bumi
Hingga bulan pun diusir mentari

Disayap malam kau membentangkan
Jeritan jeritanmu
Hingga membasuh sederet janji
Dilengan pagi bumi yang terluka.

Ia..
Kau telah datang dengan segudang cerita
Ku kira cerita mu indah seperti sunset kalah sore telah tiba
Bibirmu manis puan yang pandai
Melekat darah yang meleleh

Eh ternyata....
Puan membaluti segumpal gincu entah milik siapa.

Berlahan ia memangilmu mendekap
Menyapa mu dalam gelora malam
Berlahan mendekap menyentuh bibirmu
Menghapus sisa kecupan entah kau bawah dari mana.

Ditepian malam berdua dalam derain yang bergemuruh
Suara alam tak diharaukan
Bersama memabasuh dengan keringat yang melelehkan malam.

Malam telah berlalu.
Hingga kini sajak ku,ku iramahkan lewat penah ku.
Hanya tentangmu.


BY : Ama_D

Comments

Popular Posts