Menggugat Pertemuan
Sumber N.N
Hingga menjadi simpul di Kehidupan Baru.
Kemarin.
alam telah menerimah dan semesta seharusnya tersenyum ketika
Raga yang berbeda menjadi satu dalam hati yang sama.
Disana ada burung telah menampakan gerak akhirnya.
Bahwa hal yang sempurna dan nyaman ialah jalan satu-satu menujuh ke lumbung penginapan yang senduh.
Karena menujuh ke sarang tempat ia berlabuh merupakan titik dimana kenyamanan menjadikannya.
Alam sembari tersenyum bahagiah
Lalu Awan menutup bumi melindung insan dalam belahan peluh kasih.
Sang jingga kembali nampak hingga rupa menawan dilangit merembes dipantai yang indah mengalir tak henti.
Tengelam bersama kasih dalam pertemuan sepasang Dalam Perinduan.
Kali ini.
Sederejet pertemuan menjadi kusam dalam deretan cerita.
Gengaman yang kemarin telah terhempas dihantam badai terhanyut digilir ombak.
Bukan lagi tentang insan yang kian menjelma menjadi satu rasa.
Tetapi menggumbar kesalahan dengan alasan untuk pulang.
Bukan kah kesalahan menjadikan bekal menujuh keindahan yang bakal datang?
Hingga tak terhempas dalam keadaan yang telah menjadikan perpisahan dalam pertemuaan?...
Kita telah menghabiskan sekian
Mencari dan menemukan bukan soal paras kita sama dalam membutuhkan kenyaman bukan dalam sesaat.
Coba mari kita melihat tentang Dunia.
Tentang manusia,Siapa yang tak memiliki masa lampau.
Tak ada yang tak lumpuh dalam memori itu.
Sedangkan kita.
Melepas semuanya dengan perbandingan semata.
Hingga akhir dari pertemuan.
Tak ada secangkir kopi dan teh yang semestinya kita seduhi dalam cerita yang senduh.
Namun kali ini kau bahkan aku sama.
Kita sama dengan ego, menutaskan segalahnya dengan deretan amarah,membenci dan tak menghiraukan melepaskan dengan kemarahan.
Semuanya Telah DiUjung akhir.
Sama sama menggugat akan sebuah pertemuan.
BY :Ama_D


Comments