Kekasih Dalam Kata
N.N
Mencintaimu bukan Jalanku.
Mencintaimu tak lain hanya dengan kata.
Maaf.
Aku bukan lelaki tak sebera untukmu.
Sebab untuk setiapun.
Telah tergerus bersama angin.
Kekasih.
Mencintaimu tak seperti Maijun yang rela berpergiaan demi cinta setianya kepada laila.
Sedangkan kita,sebatas membagi lara dalam deretan waktu.
Alangkah Kita lebih memilih berhenti mencintai.
Dari pada menyerahkan jiwa dalam keagungan cinta,yang hanya sebatas dengan kata.
Kau tahu soal kita
Beberapa kali telah terhempas dalam belati malam,membasuh kerinduan hingga pagi kita sambut dengan gelora riang tawa.
Telah dalam menyapa dalam pertemuan
Berkenalan membagi tawa,luka hingga cinta kita semurahan yang kita lakonkan
Ranjang pelarian tak berharga.
Sederejet waktu telah dihabiskan
Di piring sekian yang di rasakan
Berapa dos garam kita habiskan
Lombok berbiji berap telah di telan
Berapa asam kita siram.
Telah kita rasakan.
Setiap malam kita melajuh dengan motorku
Kalah kau menghubungi
Mengelorakan malam dalam kesepian jalan
Hingga tertawa riang dalam pelukan hangatmu telah usai.
Kekasih.
Kau tau sederet panjang perjalan yang telah tersusuri telah habis.
Sedangkan kita.
Sebatas topeng di balik kata kata cinta.
Romansa yang kau sembunyikan dimata
Tampaknya seperti rembulan malam
Menerangi sejagat raya
Beelahan redup seperti angin yang berhembus dalam kesudahan.
Seperti asap rokokku seketika pergi ketika telah mengepul di bilik kamarmu,yang selalu mengajarkan kaki untuk menujuh.
Kekasih.
Kita sebatas insan yang berbeda
Mencoba merajut bersama dalam deretan kebohongan.
Mempermainkan sederet waktu dengan nuansa luka.
Sebab di Hati kita sama mencintai dengan kata kata.
Perguliran waktu telah merembes bersama dinginnya air yang mengalir menuju lautan yang luas.
Kita menampakan permainan dalam kata penuh kebohongan.
Kemarin,menghabiskan waktu dengan alasan rindu.
Bukan sebatas itu.
Bauh nafas telah harum di sederejet luka yang di basuh.
Menikam hingga mematikan dalam belatimu.
Sedangkan aku siap menyeretmu dalam riang yang bergelora.
Kekasih.
Terhempas dalam keadaan yang terluka
Bukan alasaan cinta yang membara
Kita tak idamkan menjadikan diri sebagai ayah/ibu untuk anak anak.
Sebab kita telah idamkan dibalik kata cinta sebatas kata dibalut topeng penghiasan.
Kita telah membuat cinta seperti api yang membakar.
Badai yang menghancurkan.
Lalu angin yang menghilangkan.
Kali ini.
Kita patenkan memilih untuk berhenti
Dengan landas ketidak setiaan.
Menghabiskan waktu untuk tak sukses.
BY :AMA-D


Comments